banner 728x250
Berita  

Lewat Pawai Muharam Asyura, Pemkab Sumenep Perkuat Syiar Islam Menuju Generasi Hebat

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo saat menggelar Pawai Muharam Asyura.
banner 120x600
banner 468x60

Sumenep, teliksandinet.com- Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menggelar Pawai Muharam atau Asyura dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam, menanamkan nilai-nilai hijrah, serta mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

banner 325x300

Kata Fauzi, begitu ia disapa, pawai Muharam/Asyura tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi sarana edukasi keagamaan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

“Kami mengharapkan masyarakat, khususnya generasi muda melalui kegiatan ini, semakin mencintai ajaran Islam, memiliki akhlak yang mulia, serta menjadikan nilai-nilai hijrah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bupati di sela-sela melepas pawai, di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Senin (29/06/2026).

Muharam merupakan bulan penuh kemuliaan, sehingga harus diisi dengan berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat keimanan, kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Pawai Muharam/Asyura hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi media syiar Islam yang memberikan manfaat, memperkuat persaudaraan, dan membangun karakter generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Ia menyatakan, seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Sumenep yang religius, harmonis, dan sejahtera.

“Semoga semangat Muharam dan Asyura membawa keberkahan bagi kita semua, serta menjadi penguat kebersamaan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Sumenep lebih maju,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan pawai Muharam ini, karena kolaborasi elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga tradisi keagamaan yang sarat dengan nilai persatuan dan kerukunan.

“Seluruh elemen masyarakat berkolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan sebagai identitas daerah, dalam bentuk syiar yang mengandung nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *