banner 728x250
Berita  

Sasar Golongan Anak Usia Dini, Pemkab Sumenep Kenalkan Gemar Makan Ikan di Kasengan

Pemkab Sumenep saat Kenalkan Gemar Makan Ikan di Kasengan
banner 120x600
banner 468x60

Sumenep, teliksandinet.com- Upaya mengenalkan pola makan bergizi sejak usia dini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Salah satunya melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar Dinas Perikanan di TK Al-Mukhlishin, Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Rabu (26/08/2026).

banner 325x300

Kegiatan tersebut menyasar anak-anak usia dini untuk mengenalkan manfaat konsumsi ikan sekaligus membangun kebiasaan makan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari. Edukasi ini juga diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi anak.

Sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep yang disampaikan Sekretaris Tim Penggerak PKK, Diah Suryani Widiyati Agus, menekankan pentingnya membangun kebiasaan makan ikan sejak anak-anak masih berada pada usia pertumbuhan.

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan mengedukasi anak-anak kita sejak dini agar gemar memakan ikan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang kaya gizi,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Agustiono Sulasno, mengatakan Gemarikan tidak sekadar menjadi kampanye konsumsi ikan, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar anak. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi ikan perlu ditanamkan sejak dini.

“Gemarikan bukan sekadar slogan, melainkan gerakan penting untuk menanamkan kebiasaan makan ikan sejak dini kepada anak-anak kita,” kata Agustiono.

Ia menjelaskan, ikan memiliki kandungan protein yang tinggi serta kaya akan omega-3 yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Selain itu, ikan lokal dinilai dapat menjadi pilihan pangan bergizi yang mudah diperoleh dan relatif terjangkau masyarakat.

“Di tahun 2026 ini, kita berfokus pada pencegahan stunting dan peningkatan gizi berbasis pangan lokal. Tidak perlu ikan yang mahal, ikan lokal pun banyak yang bergizi tinggi,” tuturnya.

Dinas Perikanan juga mendorong agar konsumsi ikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat, termasuk dengan semakin mudahnya anak-anak menemukan makanan olahan berbahan dasar ikan di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, peningkatan konsumsi ikan dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Meningkatnya kebutuhan ikan dapat mendorong pelaku usaha perikanan untuk meningkatkan produksi sekaligus membuka peluang bagi usaha kecil yang mengembangkan berbagai produk olahan berbahan ikan.

“Kalau makin banyak orang yang gemar makan ikan, tentu kebutuhan akan ikan juga ikut meningkat. Dengan begitu, para pelaku usaha perikanan semakin bersemangat dalam menjalankan usahanya dan meningkatkan produksinya,” jelas Agustiono.

Ia juga mengajak masyarakat membiasakan konsumsi ikan secara rutin, terutama untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai sumber protein hewani utama di rumah, minimal dua sampai tiga kali dalam seminggu,” katanya. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *