banner 728x250
Berita  

Program SIMPEL BPRS Bhakti Sumekar Sukses, Tabungan Siswa di Sumenep Tembus Rp500 Juta

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar.
banner 120x600
banner 468x60

Sumenep, teliksandinet.com- Program Simpanan Pelajar (SIMPEL) milik BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) mendapat respons positif dari para siswa di Kepulauan.

Program ini dinilai mampu meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya literasi keuangan sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah.

banner 325x300

Di Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, total dana tabungan pelajar yang dihimpun melalui program tersebut telah mencapai sekitar Rp 500 juta hingga April 2026.

Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran menabung sekaligus keberhasilan upaya edukasi literasi keuangan syariah yang menyasar pelajar sejak usia dini.

Direktur Utama Bank BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar melalui Kepala Cabang Arjasa, Rahmat Hidayat, mengatakan pertumbuhan tabungan pelajar di Kangean didorong oleh semakin banyaknya sekolah yang menjalin kemitraan dengan BPRS Bhakti Sumekar melalui program SIMPEL.

“Progresnya banyak. Sudah ada beberapa sekolah yang bekerja sama dengan kami dalam program SIMPEL,” ujar Rahmat, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, layanan SIMPEL di wilayah Kangean dijalankan melalui dua mekanisme, yakni secara kolektif melalui sekolah dan secara individual. Untuk skema kolektif, pihak sekolah membantu menghimpun tabungan siswa, kemudian petugas BPRS Bhakti Sumekar melakukan penjemputan setoran secara berkala.

“Kolektif berdasarkan jarak, kami jemput setiap minggu di sekolah, difasilitasi oleh pihak sekolah,” katanya.

Layanan jemput tabungan tersebut dinilai menjadi solusi yang efektif bagi masyarakat kepulauan. Dengan kondisi geografis Kangean yang terdiri atas sejumlah pulau, siswa tidak perlu datang langsung ke kantor cabang untuk melakukan setoran sehingga budaya menabung dapat terus tumbuh.

Rahmat menambahkan, pihaknya masih terus memperluas jangkauan program dengan menggandeng lebih banyak sekolah di wilayah Kangean agar semakin banyak pelajar yang memperoleh akses layanan keuangan syariah.

“Kami masih terus berupaya untuk meluaskan kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayah Kangean,” tuturnya.

SIMPEL sendiri merupakan produk tabungan yang dirancang khusus bagi peserta didik mulai dari jenjang pendidikan usia dini hingga sekolah menengah atas. Selain menjadi sarana menyimpan uang, produk ini juga bertujuan membentuk kebiasaan mengelola keuangan sejak dini.

Produk tersebut menawarkan berbagai kemudahan, di antaranya setoran awal hanya Rp10 ribu, bebas biaya administrasi bulanan, fleksibel untuk setor maupun tarik tabungan sesuai ketentuan, bonus tabungan yang langsung masuk ke rekening, layanan jaringan hingga wilayah kepulauan, serta fasilitas antar-jemput tabungan.

Untuk membuka rekening SIMPEL, pelajar cukup mengisi formulir pembukaan rekening, menyetor dana awal Rp10 ribu, serta melampirkan identitas berupa KTP, akta kelahiran, atau kartu keluarga.

Secara terpisah, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyebut penguatan program BBS Sekolah menjadi salah satu strategi perusahaan dalam memperluas literasi keuangan syariah di lingkungan pendidikan. Saat ini, BPRS Bhakti Sumekar mengandalkan 31 kantor cabang dan kantor kas untuk mempercepat perluasan layanan.

Dia menargetkan sedikitnya 90 sekolah menjadi pengguna layanan BBS Sekolah hingga akhir 2026. Seluruh jaringan kantor pun didorong aktif menjalin kemitraan dengan lembaga pendidikan di wilayah masing-masing.

“Target kami jelas, setiap jaringan kantor minimal mampu menjalin kerja sama dengan tiga lembaga pendidikan setiap tahun. Dengan pola ini, pencapaian target 90 sekolah pada tahun 2026 menjadi semakin realistis,” ujarnya.

Ia memastikan perusahaan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program, termasuk mengoptimalkan peran petugas lapangan dalam mendampingi sekolah-sekolah mitra. Langkah tersebut dilakukan agar target perluasan layanan sekaligus pemanfaatan platform digital BBS Mobile di lingkungan pendidikan dapat tercapai sesuai rencana.

“Selain mengandalkan jaringan kantor, perusahaan turut mengoptimalkan peran petugas lapangan untuk melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada sekolah-sekolah yang menjadi mitra program,” jelasnya. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *